Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Basriyanto dan Komitmennya Memperkuat Solidaritas FERADI WPI

    August 24, 2026

    Kejati Telah Periksa Sejumlah Pihak, Siti Khotijah Masih Menanti Kepastian

    August 24, 2026

    Karnaval HUT RI ke-81 Satukan Warga RW 04 Desa Kendalsari

    August 23, 2026
    Global NusantaraGlobal Nusantara
    • Hukum

      Basriyanto dan Komitmennya Memperkuat Solidaritas FERADI WPI

      August 24, 2026

      Kejati Telah Periksa Sejumlah Pihak, Siti Khotijah Masih Menanti Kepastian

      August 24, 2026

      Merawat Sejarah 1998 di Tengah Keadilan yang Belum Tuntas

      August 23, 2026

      Mustaqim Raih Gelar Sarjana Hukum, Banggakan FERADI WPI

      August 23, 2026

      Intimidasi terhadap Jurnalis Bukan Sekadar Tekanan, Ada Jerat Pidana Menanti

      August 22, 2026
    • Pajak
    • Sosial
    • Hukum
    • Politik
    • Investasi
    • Budaya
    • Teknologi
    Iklan
    Global NusantaraGlobal Nusantara
    Home ยป Lokasari, Panggung yang Pernah Menghidupkan Seni Jakarta Awal Abad ke-20
    Budaya

    Lokasari, Panggung yang Pernah Menghidupkan Seni Jakarta Awal Abad ke-20

    Priska AristantoBy Priska AristantoJuly 24, 2026
    Facebook Twitter WhatsApp Email
    Facebook Twitter WhatsApp

    Global-Nusantara.id – Jakarta, 24 Juli 2026 – Di tengah hiruk pikuk kawasan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat, terdapat satu kawasan yang menyimpan sejarah panjang perjalanan hiburan dan kebudayaan Jakarta. Kawasan yang kini dikenal sebagai Lokasari dahulu merupakan Prinsen Park, salah satu pusat hiburan dan seni pertunjukan paling terkenal pada masa Batavia.

    Kini, wajah Lokasari telah berubah. Gemerlap panggung sandiwara dan pertunjukan rakyat yang pernah menjadi ciri khasnya telah berganti menjadi kawasan komersial yang dipenuhi pusat perdagangan, kuliner, hotel, serta berbagai aktivitas hiburan. Namun, jejak sejarahnya masih menjadi bagian penting dari perjalanan budaya Jakarta.

    Prinsen Park, Ikon Hiburan Batavia

    Pada masa kolonial Hindia Belanda, kawasan Mangga Besar dikenal sebagai salah satu pusat hiburan masyarakat Batavia. Tempat ini dikenal dengan nama Prinsen Park, sebuah ruang hiburan yang menjadi tempat pertunjukan sandiwara, musik, opera Melayu, komedi stambul, hingga pertunjukan rakyat.

    Prinsen Park berkembang menjadi ruang berkumpul para seniman dan pekerja seni. Dari kawasan ini lahir sejumlah nama besar dalam dunia hiburan Indonesia seperti Bing Slamet, Laila Sari, Eddy Sud, Ateng, dan sejumlah seniman lainnya. Karena banyaknya aktivitas seni yang berkembang, kawasan sekitar Prinsen Park kemudian dikenal dengan sebutan Tangkiwood, sebuah istilah yang menggambarkan kawasan seniman di Tangki yang memiliki kemiripan dengan Hollywood.

    Transformasi Menjadi THR Lokasari

    Seiring perubahan zaman, fungsi Prinsen Park mulai mengalami penurunan. Perkembangan televisi, bioskop modern, serta perubahan pola hiburan masyarakat membuat kejayaan panggung pertunjukan perlahan berkurang. Kawasan tersebut kemudian mengalami penataan ulang oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Pada 1985, Prinsen Park diremajakan dan berganti nama menjadi Taman Hiburan Rakyat (THR) Lokasari. Konsepnya diarahkan menjadi kawasan hiburan rakyat yang menggabungkan unsur rekreasi, perdagangan, dan hiburan.

    Dalam perkembangannya, kawasan tersebut kemudian menghadirkan Lokasari Square sebagai pusat perdagangan modern. Bangunan ini menjadi bagian dari perubahan fungsi kawasan yang sebelumnya berorientasi pada seni pertunjukan menjadi kawasan bisnis dan komersial.

    Lokasari Hari Ini: Pusat Bisnis dan Hiburan Mangga Besar

    Saat ini, Lokasari lebih dikenal sebagai kawasan komersial di Jalan Mangga Besar Raya. Aktivitas ekonomi di kawasan ini mencakup pusat perdagangan, kuliner, jasa, hotel, serta berbagai tempat hiburan.

    Salah satu bangunan yang masih membawa nama sejarah lama adalah Prinsen Park Hotel yang berada di kawasan tersebut. Nama Prinsen Park menjadi pengingat bahwa lokasi ini pernah menjadi pusat hiburan legendaris pada masa lalu.

    Meski wajah fisiknya telah berubah, Lokasari tetap menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan budaya populer Jakarta. Dari panggung sandiwara hingga pusat perdagangan modern, kawasan ini menggambarkan bagaimana sebuah ruang kota dapat mengalami transformasi mengikuti perubahan sosial dan ekonomi masyarakat.

    Warisan Budaya yang Mulai Terlupakan

    Perubahan fungsi Lokasari juga menghadirkan tantangan tersendiri. Modernisasi kawasan membuat banyak masyarakat tidak lagi mengetahui bahwa tempat tersebut pernah menjadi salah satu pusat lahirnya seni pertunjukan Indonesia.

    Bagi sebagian sejarawan dan pemerhati kota, Lokasari bukan hanya sebuah kawasan bisnis, tetapi juga bagian dari memori kolektif Jakarta. Keberadaannya mengingatkan bahwa perkembangan kota tidak hanya dibangun oleh gedung dan pusat ekonomi, tetapi juga oleh cerita manusia, budaya, dan kreativitas yang pernah hidup di dalamnya.

    Dari Prinsen Park hingga Lokasari Square, kawasan ini menjadi saksi perubahan Jakarta: dari panggung seni rakyat Batavia menuju pusat aktivitas ekonomi metropolitan.

     

    Lokasari Prinsen Park Sejarah Jakarta
    Priska Aristanto

    Don't Miss
    Hukum

    Basriyanto dan Komitmennya Memperkuat Solidaritas FERADI WPI

    By Priska AristantoAugust 24, 2026

    Global-Nusantara.id – Boyolali, 24 Agustus 2026 – Basriyanto, yang akrab disapa Riyan, dikenal sebagai sosok…

    Kejati Telah Periksa Sejumlah Pihak, Siti Khotijah Masih Menanti Kepastian

    August 24, 2026

    Karnaval HUT RI ke-81 Satukan Warga RW 04 Desa Kendalsari

    August 23, 2026

    Merawat Sejarah 1998 di Tengah Keadilan yang Belum Tuntas

    August 23, 2026
    Our Picks

    Basriyanto dan Komitmennya Memperkuat Solidaritas FERADI WPI

    August 24, 2026

    Kejati Telah Periksa Sejumlah Pihak, Siti Khotijah Masih Menanti Kepastian

    August 24, 2026

    Karnaval HUT RI ke-81 Satukan Warga RW 04 Desa Kendalsari

    August 23, 2026

    Merawat Sejarah 1998 di Tengah Keadilan yang Belum Tuntas

    August 23, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Tentang Kami

    PT MEDIA PRESENT NEWS
    NIB: 1302260029338
    AHU-007682.AH.01.30.Tahun 2026

    Our Picks
    Kontak

    Ikatan Wartawan Jagat Raya Indonesia
    NIA : 001.0001.000088

    Email : saintadipati@gmail.com
    Kontak: 0888xxxxxxxxx

    Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok
    • Peraturan Media Siber
    • Redaksi
    • Kontak
    • Tentang kami
    © 2026 Global Nusantara.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.