Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Mahasiswa Jogja Turun ke Jalan, Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran

    October 21, 2026

    Aksi Greenpeace di Bundaran HI, Kritik Bencana, Hutan, dan Biaya Hidup

    October 20, 2026

    Trilema Moneter di Tengah Evaluasi MSCI

    October 18, 2026
    Global NusantaraGlobal Nusantara
    • Hukum

      Mahasiswa Jogja Turun ke Jalan, Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran

      October 21, 2026

      Aksi Greenpeace di Bundaran HI, Kritik Bencana, Hutan, dan Biaya Hidup

      October 20, 2026

      Trilema Moneter di Tengah Evaluasi MSCI

      October 18, 2026

      Eko Wahyu dan Yulianto Serahkan Dua Buku Hukum Pajak ke IKPI Sidoarjo

      October 17, 2026

      Dua Buku Hukum Pajak Diserahkan kepada Ketua Umum IKPI

      October 17, 2026
    • Pajak
    • Sosial
    • Hukum
    • Politik
    • Investasi
    • Budaya
    • Teknologi
    Iklan
    Global NusantaraGlobal Nusantara
    Home » Pasar Properti Lesu, Rumah Kompak Jadi Strategi Baru Pengembang
    Ekonomi

    Pasar Properti Lesu, Rumah Kompak Jadi Strategi Baru Pengembang

    Priska AristantoBy Priska AristantoOctober 10, 2026
    Facebook Twitter WhatsApp Email
    Facebook Twitter WhatsApp

    Global-Nusantara.id – Surabaya, 10 Oktober 2026 – Kondisi pasar properti yang masih menghadapi tekanan mendorong pengembang menyesuaikan strategi dengan kemampuan daya beli masyarakat. Graha Agung Kencana Group menjadi salah satu pengembang yang menyiapkan hunian dengan harga lebih terjangkau di wilayah Surabaya dan Sidoarjo.

    CEO Graha Agung Kencana Group, Nurhadi, mengatakan pola pembelian properti masyarakat saat ini telah mengalami perubahan. Konsumen dinilai semakin selektif dalam menentukan hunian, terutama dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan finansial.

    Menurut Nurhadi, kondisi pasar saat ini berbeda dibandingkan periode sebelum pandemi Covid-19. Pada masa tersebut, penjualan properti masih dapat mencapai sekitar 20 hingga 30 unit dalam satu bulan.

    Untuk menyesuaikan kondisi pasar, Graha Agung Kencana Group menyiapkan proyek rumah tapak dengan harga jual di bawah Rp1 miliar.

    Bidik Pasar Rumah Terjangkau

    Hunian yang disiapkan akan menggunakan ukuran lahan lebih kompak, mulai dari 4 x 10 meter, 5 x 10 meter hingga 6 x 10 meter.

    Ukuran tersebut menjadi salah satu strategi pengembang untuk menjaga harga jual rumah agar tetap berada dalam jangkauan konsumen.

    Nurhadi menilai kebutuhan masyarakat terhadap rumah tapak di kawasan Surabaya dan Sidoarjo masih cukup tinggi. Namun, keputusan pembelian saat ini semakin dipengaruhi kemampuan finansial konsumen.

    Pasar hunian dengan harga di atas Rp1 miliar, khususnya pada kisaran Rp1,5 miliar ke atas, juga dinilai menghadapi tekanan permintaan.

    Generasi Muda Terkendala Akses KPR

    Selain harga rumah, mekanisme pembiayaan menjadi tantangan bagi sebagian calon konsumen.

    Perubahan pola kerja membuat semakin banyak generasi muda bekerja sebagai pekerja lepas, pelaku usaha, maupun memperoleh pendapatan dari sektor digital.

    Meski memiliki penghasilan yang dinilai cukup untuk membayar cicilan rumah, kelompok pekerja tersebut terkadang menghadapi kendala dalam memenuhi persyaratan administratif Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

    Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pengembang dan lembaga perbankan untuk menciptakan skema pembiayaan yang lebih adaptif terhadap perkembangan pola penghasilan masyarakat, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

    Daya Beli Tetap Jadi Faktor Utama

    Berbagai stimulus pemerintah bagi sektor properti, termasuk kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), dinilai mampu membantu mendorong pasar properti.

    Namun, stimulus tersebut dinilai perlu diikuti penguatan daya beli masyarakat.

    Kemampuan finansial, kepastian pendapatan serta kebutuhan terhadap hunian masih menjadi pertimbangan utama masyarakat sebelum memutuskan membeli rumah.

    Di tengah kondisi tersebut, Graha Agung Kencana Group memilih menyesuaikan ukuran bangunan dan harga produk agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.

    Kehadiran rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar di Surabaya dan Sidoarjo diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian, khususnya bagi konsumen yang membutuhkan rumah tapak dengan kemampuan finansial terbatas.

    Graha Agung Kencana Group Properti Surabaya Rumah Terjangkau
    Priska Aristanto

    Don't Miss
    Hukum

    Mahasiswa Jogja Turun ke Jalan, Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran

    By Priska AristantoOctober 21, 2026

    Global-Nusantara.id –  Jogjakarta, 21 Oktober 2026 – Ratusan hingga ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi…

    Aksi Greenpeace di Bundaran HI, Kritik Bencana, Hutan, dan Biaya Hidup

    October 20, 2026

    Trilema Moneter di Tengah Evaluasi MSCI

    October 18, 2026

    Eko Wahyu dan Yulianto Serahkan Dua Buku Hukum Pajak ke IKPI Sidoarjo

    October 17, 2026
    Our Picks

    Mahasiswa Jogja Turun ke Jalan, Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran

    October 21, 2026

    Aksi Greenpeace di Bundaran HI, Kritik Bencana, Hutan, dan Biaya Hidup

    October 20, 2026

    Trilema Moneter di Tengah Evaluasi MSCI

    October 18, 2026

    Eko Wahyu dan Yulianto Serahkan Dua Buku Hukum Pajak ke IKPI Sidoarjo

    October 17, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Tentang Kami

    PT MEDIA PRESENT NEWS
    NIB: 1302260029338
    AHU-007682.AH.01.30.Tahun 2026

    Our Picks
    Kontak

    Ikatan Wartawan Jagat Raya Indonesia
    NIA : 001.0001.000088

    Email : saintadipati@gmail.com
    Kontak: 0888xxxxxxxxx

    Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok
    • Peraturan Media Siber
    • Redaksi
    • Kontak
    • Tentang kami
    © 2026 Global Nusantara.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.