Global-Nusantara.id – Surabaya, 29 Oktober 2026 – Semangat generasi muda untuk berkarya dan membangun kemandirian ekonomi terus tumbuh. Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Reyhan Alarico Stewart, bersama Muhammad Gabrial Syatiry, menunjukkan semangat tersebut melalui penerbitan buku berjudul “Perintis Bukan Pewaris”.
Buku ini mengangkat perjalanan dan semangat perjuangan dalam membangun usaha dari titik nol. Sesuai dengan judulnya, Perintis Bukan Pewaris membawa pesan bahwa keberhasilan tidak selalu harus lahir dari warisan keluarga, modal besar, ataupun kemudahan yang telah tersedia sebelumnya.
Sebaliknya, seseorang dapat mulai merintis dengan kemampuan, keberanian, kreativitas, serta kemauan untuk terus belajar dan menghadapi berbagai tantangan.
Berangkat dari Semangat Merintis
Melalui buku tersebut, Reyhan Alarico Stewart dan Muhammad Gabrial Syatiry ingin menghadirkan perspektif mengenai bagaimana generasi muda dapat mulai membangun sesuatu dari bawah.
Menjadi seorang perintis berarti berani memulai ketika hasil akhirnya belum terlihat. Proses tersebut tidak hanya berbicara mengenai keuntungan, tetapi juga tentang kegagalan, evaluasi, disiplin, konsistensi, serta keberanian mengambil keputusan.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah berkembangnya minat generasi muda terhadap dunia kewirausahaan.
Tidak sedikit anak muda yang kini mulai membangun bisnis, mengembangkan produk, memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran, hingga menciptakan peluang ekonomi secara mandiri.
Tidak Harus Menunggu Memiliki Modal Besar
Perintis Bukan Pewaris juga membawa gagasan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti memiliki cita-cita.
Memulai sebuah usaha memang tidak selalu mudah. Ada berbagai tantangan yang harus dilewati, mulai dari keterbatasan modal, mencari pasar, membangun kepercayaan pelanggan, menghadapi persaingan, hingga mempertahankan usaha agar mampu berkembang.
Namun, justru proses tersebut yang membentuk mental seorang perintis.
Buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu bacaan yang memberikan motivasi kepada generasi muda agar tidak takut memulai sesuatu dari skala kecil.
Sebab, sebuah usaha besar pun pada dasarnya lahir dari keberanian mengambil langkah pertama.
Mahasiswa Tidak Hanya Dituntut Berprestasi Akademik
Terbitnya buku ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya dapat berkarya melalui aktivitas akademik di ruang kuliah.
Mahasiswa juga dapat mengembangkan gagasan melalui literasi, kewirausahaan, kreativitas, maupun berbagai aktivitas produktif lainnya.
Bagi Reyhan Alarico Stewart, status sebagai mahasiswa UINSA tidak menjadi penghalang untuk terus mengembangkan karya dan gagasan di luar kegiatan akademik.
Kolaborasinya bersama Muhammad Gabrial Syatiry melalui Perintis Bukan Pewaris menjadi bentuk nyata bahwa pengalaman dan perjalanan membangun usaha dapat diolah menjadi karya literasi yang memiliki nilai inspiratif.
Dari Pengalaman Menjadi Inspirasi
Buku Perintis Bukan Pewaris bukan sekadar berbicara mengenai bagaimana memperoleh keuntungan dalam berbisnis.
Lebih jauh, buku tersebut membawa pesan mengenai mentalitas seorang perintis: berani memulai, bertahan ketika menghadapi kesulitan, belajar dari kegagalan, serta terus memperbaiki diri.
Semangat tersebut penting untuk diperkenalkan kepada generasi muda karena kesuksesan pada akhirnya merupakan sebuah proses.
Tidak semua orang dilahirkan dalam kondisi telah memiliki usaha keluarga maupun fasilitas bisnis yang siap diteruskan. Ada pula mereka yang harus membangun semuanya dari awal.
Dari kondisi itulah istilah “perintis, bukan pewaris” memperoleh maknanya.
Menjadi perintis berarti menciptakan jalan yang sebelumnya belum tersedia, membangun kesempatan sendiri, sekaligus membuka kemungkinan agar apa yang dirintis hari ini dapat menjadi sesuatu yang lebih besar pada masa mendatang.
Dorong Generasi Muda Berani Memulai
Kehadiran Perintis Bukan Pewaris diharapkan dapat memberikan semangat kepada mahasiswa maupun generasi muda Indonesia untuk mulai mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Tidak harus selalu dimulai dengan sesuatu yang besar. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat berkembang menjadi karya maupun usaha yang memiliki dampak lebih luas.
Melalui buku tersebut, Reyhan Alarico Stewart dan Muhammad Gabrial Syatiry membawa pesan sederhana tetapi kuat: seseorang tidak harus menjadi pewaris untuk memiliki kesempatan membangun keberhasilan.
Keberanian untuk bermimpi harus diikuti dengan keberanian untuk memulai.
Dari mimpi, lahir sebuah keberanian. Dari keberanian, dimulai sebuah perjalanan. Dan dari perjalanan itulah sebuah karya nyata dapat tercipta.

