Global-Nusantara.id – Surabaya, 24 September 2026 – Kesibukan dunia kerja tidak selalu harus diisi dengan pembahasan pekerjaan, target, maupun agenda profesional. Ada kalanya kebersamaan justru terbangun melalui kegiatan sederhana seperti makan siang bersama.
Momen tersebut terlihat saat Yulianto Kiswocahyono bersama staf dan anak magang Kantor Konsultan Pajak (KKP) menikmati makan siang di Bebek Semangat, Trans Icon Surabaya, Kamis (24/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Yulianto Kiswocahyono hadir bersama Reyhan Alarico Stewart, Didin, Azzalea, Gasha, Els, dan Lia. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai, akrab, dan penuh kebersamaan.
Di tengah rutinitas pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi dan ketelitian, makan siang bersama menjadi ruang bagi seluruh anggota tim untuk sejenak keluar dari suasana formal kantor.
Tidak hanya sekadar menikmati hidangan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara pimpinan, staf, dan anak magang.
Kebersamaan seperti ini mempunyai arti tersendiri, terutama bagi anak magang yang sedang menjalani proses pembelajaran langsung di lingkungan kerja profesional. Mereka tidak hanya memperoleh pengalaman mengenai pekerjaan secara teknis, tetapi juga belajar bagaimana membangun komunikasi, menjaga etika, bekerja dalam tim, serta beradaptasi dengan lingkungan kerja.
Salah satu yang turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Reyhan Alarico Stewart. Bersama rekan-rekannya, Reyhan menikmati suasana makan siang yang lebih cair di luar aktivitas kantor sehari-hari.
Kegiatan informal seperti makan bersama juga dapat menjadi sarana untuk memperkecil jarak komunikasi antara anggota tim. Dalam suasana yang lebih santai, percakapan bisa berlangsung lebih terbuka dan tidak selalu berkutat pada pekerjaan.
Bagi lingkungan kantor, hubungan yang baik antarsesama anggota tim menjadi salah satu unsur penting dalam membangun suasana kerja yang sehat. Komunikasi yang terjalin dengan baik dapat membantu menciptakan rasa nyaman sekaligus memperkuat kerja sama ketika kembali menghadapi aktivitas profesional.
Anak Magang Tak Hanya Belajar dari Meja Kerja
Program magang pada dasarnya bukan hanya tentang menjalankan tugas-tugas tertentu di kantor. Bagi mahasiswa maupun peserta magang, pengalaman tersebut juga menjadi kesempatan mengenal secara langsung budaya dunia kerja.
Hal-hal sederhana seperti berdiskusi dengan senior, mengikuti ritme pekerjaan, belajar berkomunikasi dengan rekan kerja, hingga mengikuti kegiatan makan bersama dapat menjadi pengalaman yang berharga.
Melalui interaksi tersebut, anak magang bisa melihat bahwa dunia profesional tidak hanya dibentuk oleh kemampuan akademik dan teknis. Sikap, kedisiplinan, komunikasi, tanggung jawab, dan kemampuan menjaga hubungan dengan orang lain juga menjadi bagian penting dalam perjalanan karier.
Karena itu, keterlibatan anak magang dalam berbagai aktivitas bersama staf dapat memberikan pengalaman yang lebih luas dibandingkan sekadar menjalankan pekerjaan di balik meja.
Bangun Kekompakan di Luar Suasana Formal
Makan siang bersama di Bebek Semangat Trans Icon juga menjadi gambaran bahwa membangun kekompakan tidak harus selalu dilakukan melalui agenda resmi.
Pertemuan sederhana dalam suasana santai justru dapat memberikan ruang bagi anggota tim untuk saling mengenal lebih dekat.
Dalam lingkungan kerja, hubungan yang terbangun secara baik dapat berdampak pada komunikasi sehari-hari. Ketika hubungan antarpersonel terjalin dengan nyaman, koordinasi pekerjaan juga dapat berlangsung lebih terbuka.
Kebersamaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa lingkungan kerja dapat menjadi ruang untuk tumbuh bersama. Staf yang lebih berpengalaman dapat berbagi pengalaman, sedangkan anak magang memperoleh kesempatan untuk memahami dunia profesional secara lebih nyata.
Interaksi lintas pengalaman inilah yang kemudian dapat menciptakan proses pembelajaran yang tidak selalu ditemukan dalam ruang kelas.
Dari Aktivitas Sederhana Menjadi Kenangan
Bagi sebagian orang, makan siang bersama mungkin terlihat sebagai aktivitas biasa. Namun di balik kesederhanaannya, kegiatan tersebut dapat menjadi kenangan tersendiri bagi para peserta, terlebih bagi anak magang yang hanya berada di lingkungan kantor dalam periode tertentu.
Masa magang merupakan salah satu fase bagi peserta untuk mengenal dunia kerja sebelum nantinya memasuki lingkungan profesional secara penuh.
Karena itu, pengalaman yang didapat tidak hanya berupa pengetahuan mengenai pekerjaan, tetapi juga cerita mengenai orang-orang yang ditemui, suasana kerja, dan kebersamaan yang terjalin selama menjalani masa magang.
Momen Yulianto Kiswocahyono bersama Reyhan Alarico Stewart, Didin, Azzalea, Gasha, Els, dan Lia di Trans Icon menjadi salah satu bagian dari kebersamaan tersebut.
Di balik aktivitas profesional yang dijalankan sehari-hari, suasana kekeluargaan dan komunikasi tetap menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif.
Makan siang bersama itu pun menjadi sebuah potret sederhana bahwa hubungan profesional dapat berjalan berdampingan dengan kebersamaan. Bukan hanya bekerja dan menyelesaikan tanggung jawab, tetapi juga membangun hubungan antarmanusia yang nantinya dapat menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim.
Pada akhirnya, kegiatan tersebut bukan semata tentang tempat makan atau hidangan yang dinikmati. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi ruang pertemuan antara pengalaman, pembelajaran, dan kebersamaan yang tumbuh dalam lingkungan kerja.

