Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    TNI Jaga Rumah Jampidsus, Publik Pertanyakan Dasar Ancaman dan Transparansi Negara

    July 10, 2026

    Global-Nusantara.id Sampaikan Doa Terbaik untuk Eko Wahyu Pramono di Hari Ulang Tahun

    July 9, 2026

    PMK 44 Tahun 2026 Picu Diskusi Kewenangan Kuasa Hukum di Pengadilan Pajak, Independensi Peradilan

    July 8, 2026
    Global NusantaraGlobal Nusantara
    • Hukum

      TNI Jaga Rumah Jampidsus, Publik Pertanyakan Dasar Ancaman dan Transparansi Negara

      July 10, 2026

      PMK 44 Tahun 2026 Picu Diskusi Kewenangan Kuasa Hukum di Pengadilan Pajak, Independensi Peradilan

      July 8, 2026

      Pajak JHT Dikaji Ulang, DPR, Federasi Serikat Buruh, dan Pakar Pajak Soroti Keadilan Pekerja

      July 7, 2026

      Putusan Final PFII, Ancaman atau Terobosan Sistem Peradilan?

      July 6, 2026

      Perluasan Basis Ekonomi Jadi Kunci Lepas dari Fiscal Trap

      July 5, 2026
    • Pajak
    • Sosial
    • Hukum
    • Politik
    • Investasi
    • Budaya
    • Teknologi
    Iklan
    Global NusantaraGlobal Nusantara
    Home » Berani Berpikir Pelan di Zaman yang Memaksa Semua Serba Cepat
    Budaya

    Berani Berpikir Pelan di Zaman yang Memaksa Semua Serba Cepat

    Priska AristantoBy Priska AristantoJune 7, 2026
    Facebook Twitter WhatsApp Email
    Facebook Twitter WhatsApp

    Global-Nusantara.id – Surabaya, 7 Juni 2026 – Di tengah kehidupan yang bergerak cepat, manusia kerap didorong untuk segera menjawab, segera menilai, dan segera mengambil sikap. Padahal, tidak semua persoalan dapat dipahami dengan tergesa-gesa.

    Derasnya arus media sosial membuat ruang berpikir sering kali menyempit. Informasi datang silih berganti, sementara orang mudah terdorong untuk memberi komentar sebelum benar-benar memahami duduk perkara.

    Dalam situasi seperti ini, kemampuan menahan diri menjadi penting. Diam sejenak bukan berarti tidak memiliki pendapat. Dalam banyak keadaan, diam justru menjadi ruang bagi akal sehat untuk bekerja.

    Keraguan sebagai Tanda Kesadaran

    Keraguan sering dipandang sebagai kelemahan. Namun, secara lebih mendalam, keraguan dapat menjadi tanda bahwa seseorang masih memberi tempat bagi pertimbangan.

    Orang yang ragu sebelum berbicara biasanya sedang menimbang akibat dari ucapannya. Orang yang tidak langsung bertindak biasanya sedang memberi kesempatan kepada dirinya untuk memahami keadaan secara lebih utuh.

    Eko Wahyu Pramono, S.Tr.P., S.Ak., menilai bahwa sikap tidak terburu-buru merupakan bagian dari kedewasaan berpikir.

    “Tidak semua hal harus dijawab dengan cepat. Ada keadaan yang menuntut kita berhenti sejenak, membaca situasi, lalu mengambil sikap dengan lebih tenang,” ujarnya.

    Media Sosial dan Cermin yang Tidak Utuh

    Media sosial sering menjadi cermin kehidupan, tetapi cermin itu tidak selalu utuh. Seseorang dapat melihat keberhasilan orang lain, tetapi tidak melihat luka, kegagalan, dan proses panjang di baliknya.

    Akibatnya, banyak orang mulai mengukur hidupnya dari potongan hidup orang lain. Mereka merasa tertinggal, gagal, atau kurang berarti hanya karena membandingkan dirinya dengan sesuatu yang belum tentu menggambarkan kenyataan sebenarnya.

    Padahal, hidup manusia tidak dapat dinilai hanya dari apa yang tampak. Ada bagian-bagian sunyi yang tidak dipamerkan, ada proses yang tidak diceritakan, dan ada beban yang tidak terlihat.

    Mengenali Arah Hidup

    Dalam perjalanan hidup, seseorang perlu bertanya apakah keputusan yang diambil benar-benar lahir dari kesadaran diri, atau hanya mengikuti arus lingkungan.

    Banyak orang bergerak, tetapi tidak benar-benar tahu ke mana ia berjalan. Banyak orang terlihat hidup, tetapi batinnya kehilangan arah karena terlalu lama menjalani pilihan yang bukan berasal dari dirinya sendiri.

    Mengenali diri sendiri menjadi penting agar manusia tidak sekadar menjadi penonton dalam hidupnya sendiri. Keputusan yang diambil secara sadar akan membantu seseorang bertanggung jawab atas jalan yang dipilih.

    Perubahan dan Kegagalan sebagai Guru

    Perubahan tidak selalu datang dengan tanda yang besar. Kadang, hidup mengajarkan manusia melalui perubahan kecil, kebiasaan baru, atau keadaan yang memaksanya keluar dari rasa nyaman.

    Menurut Eko, kemampuan menghadapi perubahan kecil dapat membentuk kesiapan seseorang menghadapi perubahan yang lebih besar.

    “Orang yang terbiasa menghadapi perubahan kecil akan lebih siap ketika hidup menuntut perubahan yang lebih besar,” katanya.

    Begitu pula dengan kegagalan. Kegagalan tidak selalu menjadi akhir. Dalam banyak hal, kegagalan justru menjadi guru yang mengajarkan manusia tentang batas, kekurangan, dan jalan baru yang perlu ditempuh.

    Yang berbahaya bukanlah gagal, melainkan gagal tanpa mengambil pelajaran.

    Hidup yang Lebih Sadar

    Pada akhirnya, hidup yang matang bukanlah hidup yang selalu benar. Hidup yang matang adalah hidup yang dijalani dengan kesadaran.

    Manusia dapat salah memilih, salah menilai, atau salah melangkah. Namun, selama ia masih mau berpikir, belajar, dan memperbaiki diri, kesalahan tidak harus menjadi akhir perjalanan.

    Di tengah dunia yang menuntut kecepatan, berpikir sebelum bertindak menjadi cara untuk menjaga kejernihan. Sebab, hidup tidak hanya membutuhkan keberanian untuk berjalan, tetapi juga kebijaksanaan untuk berhenti sejenak dan memahami arah.

     

    eko wahyu pramono
    Priska Aristanto

    Don't Miss
    Hukum

    TNI Jaga Rumah Jampidsus, Publik Pertanyakan Dasar Ancaman dan Transparansi Negara

    By Priska AristantoJuly 10, 2026

    Global-Nusantara.id – Jakarta, 10 Juli 2026 — Keputusan penempatan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk…

    Global-Nusantara.id Sampaikan Doa Terbaik untuk Eko Wahyu Pramono di Hari Ulang Tahun

    July 9, 2026

    PMK 44 Tahun 2026 Picu Diskusi Kewenangan Kuasa Hukum di Pengadilan Pajak, Independensi Peradilan

    July 8, 2026

    Pajak JHT Dikaji Ulang, DPR, Federasi Serikat Buruh, dan Pakar Pajak Soroti Keadilan Pekerja

    July 7, 2026
    Our Picks

    TNI Jaga Rumah Jampidsus, Publik Pertanyakan Dasar Ancaman dan Transparansi Negara

    July 10, 2026

    Global-Nusantara.id Sampaikan Doa Terbaik untuk Eko Wahyu Pramono di Hari Ulang Tahun

    July 9, 2026

    PMK 44 Tahun 2026 Picu Diskusi Kewenangan Kuasa Hukum di Pengadilan Pajak, Independensi Peradilan

    July 8, 2026

    Pajak JHT Dikaji Ulang, DPR, Federasi Serikat Buruh, dan Pakar Pajak Soroti Keadilan Pekerja

    July 7, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Tentang Kami

    PT MEDIA PRESENT NEWS
    NIB: 1302260029338
    AHU-007682.AH.01.30.Tahun 2026

    Our Picks
    Kontak

    Ikatan Wartawan Jagat Raya Indonesia
    NIA : 001.0001.000088

    Email : saintadipati@gmail.com
    Kontak: 0888xxxxxxxxx

    Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok
    • Peraturan Media Siber
    • Redaksi
    • Kontak
    • Tentang kami
    © 2026 Global Nusantara.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.