Global-Nusantara.id – Jakarta, 27 Juli 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada pembukaan perdagangan Senin, 27 Juli 2026. Hingga pukul 09.04 WIB, IHSG tercatat melemah 0,6 persen ke level 6.158.
Pelemahan indeks terjadi seiring dominasi saham yang mengalami penurunan. Sebanyak 349 saham bergerak melemah, sedangkan 154 saham menguat dan 194 saham lainnya belum mengalami perubahan harga dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Apabila IHSG gagal berbalik menguat hingga penutupan perdagangan, penurunan tersebut akan memperpanjang tren koreksi menjadi empat hari perdagangan berturut-turut.
Saham Kapitalisasi Besar Bergerak Variatif
Pergerakan saham-saham berkapitalisasi pasar besar terpantau bervariasi pada awal perdagangan.
Saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA melemah sekitar 0,8 persen. Sementara saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI masih mampu menguat sekitar 0,34 persen.
Tekanan juga terjadi pada saham PT Barito Renewables Energy Tbk atau BREN yang turun sekitar 3 persen. Di sisi lain, saham PT DCI Indonesia Tbk atau DCII menguat 2,5 persen, sedangkan saham PT Bayan Resources Tbk atau BYAN naik sekitar 3,55 persen.
Sejumlah saham yang masuk jajaran penguatan tertinggi pada perdagangan pagi antara lain HELI, PSDN, DMMX, TNCA, dan MCAS.
Adapun beberapa saham yang mencatatkan penurunan terbesar, meskipun koreksinya masih di bawah 15 persen, antara lain OILS, BAPA, COCO, dan RANS.
IHSG Berpotensi Menguji Level Support
Tim Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan tekanan jual yang berlanjut dapat membawa IHSG menguji area support di kisaran 6.184 hingga 6.159, kemudian menuju level 6.130.
Koreksi berpotensi semakin dalam apabila indeks tidak mampu bertahan dan bergerak menembus level 6.112. Dalam kondisi tersebut, IHSG dinilai berpeluang melanjutkan pelemahan menuju area 5.931.
Sebaliknya, untuk membuka peluang pemulihan, IHSG perlu bergerak naik dan menembus area resistance di kisaran 6.260 hingga 6.270.
Sementara itu, berdasarkan perhitungan Mirae Sekuritas, IHSG memiliki level support di posisi 6.137 dan 6.012. Adapun area resistance diperkirakan berada pada level 6.261 dan 6.416.
Investor Diminta Tetap Waspada
Pelemahan IHSG pada awal pekan menunjukkan tekanan jual di pasar saham domestik masih cukup kuat. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar perlu mencermati kemampuan indeks bertahan pada area support terdekat.
Investor juga perlu memperhatikan pergerakan saham berkapitalisasi besar, arus dana investor asing, serta perkembangan sentimen global dan domestik yang dapat memengaruhi arah pasar sepanjang perdagangan.
Dalam situasi pasar yang masih berfluktuasi, investor disarankan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko dan tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga dalam jangka pendek.

