Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dugaan Tipu Gelap BMT Dinar Mulia, Puluhan Korban Minta Kepastian Hukum

    September 14, 2026

    Sosok Donny Andretti dan Jejak Kepercayaan dalam Perjalanan Hukum Eko Wahyu Pramono

    September 14, 2026

    IWPI Ajukan Uji Materi UU KUP, Persoalkan Batas Kewenangan Menteri Keuangan dalam Mengatur Kuasa Pajak

    September 14, 2026
    Global NusantaraGlobal Nusantara
    • Hukum

      Dugaan Tipu Gelap BMT Dinar Mulia, Puluhan Korban Minta Kepastian Hukum

      September 14, 2026

      Sosok Donny Andretti dan Jejak Kepercayaan dalam Perjalanan Hukum Eko Wahyu Pramono

      September 14, 2026

      IWPI Ajukan Uji Materi UU KUP, Persoalkan Batas Kewenangan Menteri Keuangan dalam Mengatur Kuasa Pajak

      September 14, 2026

      Kartel atau Regulasi? Mengurai Polemik Penetapan Bunga Pindar

      September 13, 2026

      H. Adang Bahrowi, “Naga Jawa Barat” FERADI WPI yang Konsisten Perjuangkan Keadilan

      September 12, 2026
    • Pajak
    • Sosial
    • Hukum
    • Politik
    • Investasi
    • Budaya
    • Teknologi
    Iklan
    Global NusantaraGlobal Nusantara
    Home ยป Sosok Donny Andretti dan Jejak Kepercayaan dalam Perjalanan Hukum Eko Wahyu Pramono
    Hukum

    Sosok Donny Andretti dan Jejak Kepercayaan dalam Perjalanan Hukum Eko Wahyu Pramono

    Priska AristantoBy Priska AristantoSeptember 14, 2026
    Facebook Twitter WhatsApp Email
    Facebook Twitter WhatsApp

    Global-Nusantara.id โ€“ Surabaya, 14 September 2026 โ€” Perjalanan seseorang dalam dunia hukum tidak selalu dimulai dari ruang sidang maupun bangku pendidikan hukum. Bagi sebagian orang, sebuah pertemuan sederhana melalui media sosial dapat menjadi awal dari perubahan besar yang membawa seseorang menuju dunia baru, tanggung jawab baru, dan pengabdian yang lebih luas.

    Hal tersebut dialami oleh Eko Wahyu Pramono, S.Tr.P., S.Ak, pemegang Izin Kuasa Hukum (IKH) di Pengadilan Pajak, yang menceritakan perjalanan dirinya mengenal sosok Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.MDF., C.PFW., C.JKJ., C.FTAX., Ketua Umum Organisasi Advokat dan Paralegal FERADI WPI.

    Bagi Eko, pertemuan dengan Donny Andretti menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan hidupnya. Sebuah perkenalan yang awalnya hanya melalui konten media sosial, kemudian berkembang menjadi hubungan pembelajaran, kepercayaan, hingga kesempatan untuk berkembang dalam dunia hukum.

    Menurut Eko, awal mula dirinya mengenal Donny Andretti berawal dari konten-konten advokasi hukum yang sering muncul di platform TikTok.

    “Awalnya saya mengenal Pak Donny dari TikTok yang sering berseliweran di beranda saya. Beliau saat itu sering menyampaikan tentang advokasi hukum. Pertama kali muncul saya abaikan, tetapi beberapa kali muncul kembali, akhirnya saya mulai mengikuti dan memperhatikan video-video Pak Donny,” ujar Eko.

    Dari sekadar melihat konten, Eko mulai tertarik dengan cara Donny Andretti menyampaikan berbagai isu hukum, khususnya mengenai advokasi, pendampingan masyarakat, serta pentingnya memahami hukum secara profesional.

    Ketertarikan tersebut kemudian mendorong Eko untuk mengambil langkah lebih jauh dengan menghubungi Donny Andretti dan menyampaikan keinginannya untuk bergabung bersama FERADI WPI.

    “Saya akhirnya menghubungi beliau untuk memutuskan bergabung dengan FERADI WPI. Saya masih ingat, beliau menyambut saya dengan sangat hangat,” kenangnya.

    Kesempatan Belajar di Dunia Hukum

    Bergabung dengan FERADI WPI menjadi fase penting bagi Eko. Dengan latar belakang pendidikan yang bukan berasal dari ilmu hukum, ia mendapatkan ruang untuk belajar melalui berbagai pelatihan, diskusi, dan pengalaman organisasi.

    “Saya sering sekali mengikuti pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh FERADI WPI. Dari sana saya belajar banyak hal, mulai dari pemahaman hukum, cara berpikir seorang praktisi hukum, hingga bagaimana memberikan pendampingan kepada masyarakat,” jelasnya.

    Melihat keseriusan dan semangat Eko dalam mendalami dunia hukum, Donny Andretti kemudian memberikan dorongan agar dirinya memperkuat kemampuan akademik melalui pendidikan hukum formal.

    “Pak Ketum merekomendasikan saya untuk mengambil pendidikan S1 Hukum karena memang basic saya bukan hukum. Dari pelatihan-pelatihan tersebut dan rekomendasi tersebut saya mulai belajar dan memahami dunia hukum,” ungkap Eko.

    Menurut Eko, dukungan tersebut menjadi bentuk kepercayaan yang memiliki arti besar. Sebab, perjalanan di dunia hukum tidak hanya membutuhkan keberanian, tetapi juga harus dibangun melalui kompetensi, integritas, dan tanggung jawab.

    Ketegasan Donny Andretti dalam Membentuk Profesionalitas

    Dalam proses pembelajarannya bersama FERADI WPI, Eko tidak hanya memperoleh pemahaman teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menangani persoalan hukum.

    Salah satu pengalaman yang membekas adalah ketika dirinya menangani perkara terkait pinjaman online (pinjol) dengan supervisi langsung dari Donny Andretti.

    “Saat itu saya memegang kasus tentang pinjol dan Pak Ketum yang melakukan supervisi terhadap saya. Dari sana saya melihat bahwa Pak Donny adalah sosok yang tegas dan disiplin, terutama ketika menyangkut tanggung jawab dan komitmen,” kata Eko.

    Menurutnya, karakter tersebut menjadi pelajaran penting mengenai bagaimana seorang praktisi hukum harus menjalankan amanah.

    “Beliau sangat memperhatikan profesionalitas. Ketika sudah diberikan amanah, harus dijalankan dengan sungguh-sungguh,” tambahnya.

    Sebuah Kepercayaan Kecil yang Berdampak Besar

    Di balik perjalanan profesionalnya, Eko juga mengenang sebuah pengalaman pribadi yang menurutnya menjadi salah satu bentuk kepercayaan terbesar yang diberikan Donny Andretti.

    Saat itu, Eko menghadapi kendala terkait ijazah yang belum dikeluarkan oleh pihak kampus. Dalam upaya menyelesaikan persoalan tersebut, ia meminta izin menggunakan kop surat FERADI WPI.

    “Saya memberanikan diri menggunakan kop surat FERADI WPI untuk mengurus permasalahan saya. Pak Donny memberikan izin,” ujarnya.

    Bagi Eko, izin tersebut bukan sekadar persoalan penggunaan atribut organisasi, tetapi merupakan bentuk kepercayaan seorang pemimpin kepada anggota yang sedang berusaha menyelesaikan masalahnya.

    “Ini bukan tentang hal kecil. Ini tentang kepercayaan yang diberikan Pak Donny kepada saya. Beliau memberikan ruang kepada saya untuk menyelesaikan persoalan dengan tanggung jawab,” jelasnya.

    Permasalahan tersebut akhirnya berhasil diselesaikan. Ketika menyampaikan kabar bahwa persoalan ijazahnya telah selesai, Eko masih mengingat respons sederhana dari Donny Andretti.

    “Ketika saya melaporkan kepada Pak Donny bahwa masalah saya sudah selesai, beliau hanya mengacungkan jempol sambil berkata ‘mantap’. Bagi saya, itu menjadi motivasi yang luar biasa,” kenangnya.

    Dari Sebuah Kesempatan Menjadi Amanah Besar

    Kini perjalanan Eko Wahyu Pramono telah berkembang jauh. Selain menjadi pemegang Izin Kuasa Hukum (IKH) di Pengadilan Pajak, ia tengah menempuh pendidikan Magister Hukum, dipercaya mengemban amanah sebagai Bendahara FERADI WPI DPC Sidoarjo, serta aktif dalam pengelolaan empat portal media di bawah naungan PT Kawanjari News, yakni Presentnews.id, Indopresent.com, Gema-Nusantara.id, dan Global-Nusantara.id.

    Bagi Eko, berbagai pencapaian tersebut tidak terlepas dari sebuah proses panjang yang bermula dari kesempatan sederhana.

    “Saya yakin semua ini diawali dari hal yang mungkin dianggap sepele yang dilakukan oleh Pak Ketum. Dari situ saya belajar bahwa hal kecil yang kita lakukan ternyata bisa memberikan dampak besar bagi seseorang,” tuturnya.

    Ia menilai bahwa seseorang tidak pernah mengetahui seberapa besar dampak dari sebuah kebaikan yang diberikan kepada orang lain.

    “Jangan pernah merasa bahwa apa yang kita lakukan itu kecil atau tidak berarti. Bisa jadi sesuatu yang sederhana bagi kita ternyata menjadi titik perubahan besar bagi orang lain,” katanya.

    Pesan Pengabdian untuk Keluarga Besar FERADI WPI

    Melalui pengalaman pribadinya, Eko mengajak seluruh anggota FERADI WPI untuk terus mengambil peran dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

    “Ambil bagian dan lakukan hal terbaik yang bisa Anda lakukan. Jangan menunggu kesempatan besar untuk berbuat sesuatu. Terkadang hal kecil yang kita lakukan hari ini bisa menjadi jalan bagi orang lain untuk bangkit dan berkembang,” ujarnya.

    Menurut Eko, nilai pengabdian tidak hanya dilihat dari besar kecilnya tindakan, tetapi dari manfaat yang diberikan kepada orang lain.

    “Saya selalu menerapkan prinsip bahwa Tuhan tidak pernah berhutang. Apa yang kita lakukan dengan niat baik akan mendapatkan balasan yang luar biasa. Terkadang kita tidak menyadari bahwa kebaikan kecil yang kita tanam hari ini akan kembali dalam bentuk yang jauh lebih besar,” katanya.

    Ia berharap seluruh anggota FERADI WPI terus menjaga semangat belajar, membantu masyarakat, dan menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.

    “Ketika kita membantu orang lain untuk bangkit, kita tidak pernah tahu bahwa suatu saat mereka juga bisa menjadi seseorang yang luar biasa. Karena itu, teruslah berbuat baik dan lakukan yang terbaik,” pungkas Eko.

    Kisah Eko Wahyu Pramono menjadi gambaran bahwa perjalanan besar sering kali dimulai dari langkah sederhana. Sebuah pertemuan melalui media sosial, kesempatan untuk belajar, dan sebuah kepercayaan kecil dapat menjadi awal dari perubahan besar dalam kehidupan seseorang.

    Donny Andretti eko wahyu pramono Feradi WPI
    Priska Aristanto

    Don't Miss
    Hukum

    Dugaan Tipu Gelap BMT Dinar Mulia, Puluhan Korban Minta Kepastian Hukum

    By Priska AristantoSeptember 14, 2026

    Global-Nusantara.id – Semarang, 14 September 2026 โ€” Puluhan korban Koperasi BMT Dinar Mulia mendatangi Direktorat…

    Sosok Donny Andretti dan Jejak Kepercayaan dalam Perjalanan Hukum Eko Wahyu Pramono

    September 14, 2026

    IWPI Ajukan Uji Materi UU KUP, Persoalkan Batas Kewenangan Menteri Keuangan dalam Mengatur Kuasa Pajak

    September 14, 2026

    Kartel atau Regulasi? Mengurai Polemik Penetapan Bunga Pindar

    September 13, 2026
    Our Picks

    Dugaan Tipu Gelap BMT Dinar Mulia, Puluhan Korban Minta Kepastian Hukum

    September 14, 2026

    Sosok Donny Andretti dan Jejak Kepercayaan dalam Perjalanan Hukum Eko Wahyu Pramono

    September 14, 2026

    IWPI Ajukan Uji Materi UU KUP, Persoalkan Batas Kewenangan Menteri Keuangan dalam Mengatur Kuasa Pajak

    September 14, 2026

    Kartel atau Regulasi? Mengurai Polemik Penetapan Bunga Pindar

    September 13, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Tentang Kami

    PT MEDIA PRESENT NEWS
    NIB: 1302260029338
    AHU-007682.AH.01.30.Tahun 2026

    Our Picks
    Kontak

    Ikatan Wartawan Jagat Raya Indonesia
    NIA : 001.0001.000088

    Email : saintadipati@gmail.com
    Kontak: 0888xxxxxxxxx

    Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok
    • Peraturan Media Siber
    • Redaksi
    • Kontak
    • Tentang kami
    © 2026 Global Nusantara.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.