Global-Nusantara.id – Jakarta, 15 Juni 2026 – Dukungan terhadap gerakan Almamater UMT Peduli Bangsa semakin terlihat. Salah satu bentuk dukungan itu diwujudkan melalui pembubuhan tanda tangan di atas kain putih sebagai simbol kebersamaan mahasiswa dalam menyuarakan persoalan ekonomi rakyat serta sejumlah kebijakan yang dinilai berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Berdasarkan dokumentasi yang diterima, kain putih tersebut tampak dipenuhi tanda tangan sebagai bentuk dukungan moral. Aksi ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi mahasiswa untuk memperkuat aspirasi yang disampaikan secara terbuka, damai, dan bertanggung jawab.
Gerakan tersebut tidak hanya dipandang sebagai penyampaian pendapat semata, tetapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat kecil yang tengah menghadapi tekanan ekonomi. Persoalan yang disoroti meliputi meningkatnya biaya hidup, harga kebutuhan pokok, biaya transportasi, hingga kebijakan pemerintah yang dianggap belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat.
Mendapat Dukungan dari Kaprodi Fakultas Hukum S-1
Gerakan Almamater UMT Peduli Bangsa turut memperoleh dukungan dari Kaprodi Fakultas Hukum S-1, Dr. Appe Hutahuruk, S.H., M.H., yang juga dikenal sebagai Aktivis 98. Dukungan tersebut menjadi dorongan moral bagi mahasiswa agar tetap menyampaikan aspirasi secara damai, konstitusional, dan penuh tanggung jawab.
Dr. Appe Hutahuruk menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki posisi penting dalam menjaga kesadaran sosial dan kehidupan demokrasi. Menurutnya, kampus bukan hanya tempat berlangsungnya kegiatan akademik, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kepekaan, keberanian moral, serta tanggung jawab terhadap persoalan bangsa.
“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk peka terhadap persoalan rakyat. Selama dilakukan secara damai dan konstitusional, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari hak demokratis yang harus dihormati,” ujar Dr. Appe Hutahuruk.
Dalam kesempatan itu, Dr. Appe juga menyerukan “Salam Perubahan” sebagai pesan moral kepada mahasiswa agar tidak takut menyampaikan kebenaran dan tetap memperjuangkan kepentingan rakyat.
Ia menegaskan bahwa perubahan harus berangkat dari kesadaran kolektif, sikap kritis, serta keberanian untuk melihat persoalan bangsa secara jujur dan bertanggung jawab. Menurutnya, gerakan mahasiswa perlu tetap menjaga nilai intelektual, etika, dan semangat kebangsaan.
Tanda Tangan Menjadi Lambang Solidaritas
Pengumpulan tanda tangan dukungan tersebut menjadi lambang solidaritas mahasiswa dalam menyampaikan keresahan atas kondisi ekonomi masyarakat. Dukungan tertulis itu memperlihatkan bahwa aspirasi yang dibawa tidak hanya datang dari kelompok tertentu, tetapi juga mendapat perhatian dari lingkungan almamater.
Aksi ini sekaligus menegaskan bahwa kepedulian terhadap rakyat tidak boleh berhenti pada ruang diskusi. Mahasiswa menilai bahwa keadilan sosial harus benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari dan dirasakan oleh masyarakat luas, terutama kelompok kecil yang paling terdampak tekanan ekonomi.
Melalui tanda tangan dukungan tersebut, mahasiswa ingin menunjukkan bahwa gerakan yang dibangun tetap berada pada jalur damai, tertib, konstitusional, dan bertanggung jawab. Dukungan ini juga memperkuat pesan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak warga negara dalam kehidupan demokrasi.
Menyoroti Tekanan Ekonomi Masyarakat
Almamater UMT Peduli Bangsa menilai bahwa kondisi ekonomi masyarakat perlu menjadi perhatian serius pemerintah dan para pemangku kebijakan. Mahasiswa melihat masih banyak masyarakat yang merasakan beban akibat naiknya kebutuhan hidup, mahalnya biaya transportasi, serta harga bahan pokok yang terus menekan ekonomi keluarga.
Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tekanan ekonomi bukan sekadar persoalan angka, melainkan menyangkut kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Setiap kenaikan biaya dapat langsung memengaruhi daya tahan keluarga dalam mencukupi kebutuhan dasar.
Atas dasar itu, mahasiswa mendorong pemerintah agar lebih terbuka dalam menerima aspirasi publik. Kebijakan negara diharapkan tidak hanya tampak besar dalam perencanaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Mengedepankan Aksi Damai dan Konstitusional
Poster ajakan aksi yang terlihat di lokasi juga memuat pesan agar mahasiswa bergerak secara damai, konstitusional, dan bertanggung jawab. Seruan tersebut menekankan bahwa penyampaian pendapat harus tetap dilakukan dengan menjaga ketertiban, menghormati aturan hukum, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Mahasiswa menilai bahwa aksi damai merupakan sarana yang sah untuk menyampaikan kegelisahan publik. Dalam kehidupan demokrasi, kritik dan aspirasi masyarakat memiliki peran penting sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.
Dengan tetap menjaga ketertiban dan tanggung jawab, Almamater UMT Peduli Bangsa ingin menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa berlandaskan pada nilai intelektual, moral, dan kepedulian terhadap bangsa.
Kampus sebagai Tempat Tumbuhnya Kesadaran Sosial
Aksi tanda tangan dukungan ini juga menjadi pengingat bahwa kampus memiliki peran besar dalam membangun kesadaran sosial. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu peka terhadap kenyataan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Dukungan dari unsur akademik, termasuk Dr. Appe Hutahuruk, memperkuat pandangan bahwa gerakan mahasiswa dapat menjadi bagian dari pendidikan demokrasi. Kampus diharapkan tetap menjadi ruang yang melahirkan gagasan, kritik, dan kepedulian terhadap persoalan publik.
Dengan adanya tanda tangan dukungan, seruan aksi damai, serta dukungan moral dari tokoh akademik, Almamater UMT Peduli Bangsa berharap aspirasi mahasiswa dapat menjangkau publik yang lebih luas.
Gerakan ini diharapkan tetap berjalan dengan semangat persatuan, keberanian moral, dan tanggung jawab sosial dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
Melalui semangat Salam Perubahan, mahasiswa diajak untuk tidak tinggal diam terhadap persoalan bangsa. Perubahan dinilai harus dimulai dari kepedulian, keberanian menyampaikan kebenaran, serta komitmen menjaga demokrasi agar tetap berpihak pada keadilan sosial.

