Global-Nusantara.id – Surabaya, 18 September 2026 – Kasus influenza di Kota Surabaya mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mencatat sebanyak 40.539 kasus influenza secara kumulatif sejak Januari hingga Agustus 2026 yang berasal dari laporan puskesmas dan rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan peningkatan kasus mulai terlihat pada periode Juli–Agustus dan kembali meningkat pada Agustus–September 2026.
Menurutnya, kenaikan jumlah kasus berada di kisaran 10 persen. Gejala yang banyak ditemukan meliputi demam, badan lemas, dan batuk, dengan karakteristik yang dinilai cenderung mengarah pada influenza tipe A.
“Jadi peningkatan-peningkatannya kalau lihat sih angkanya sekitar 10% peningkatan jumlah kasus, tapi ringan,” kata Billy kepada wartawan di Surabaya, Jumat (18/9/2026).
Billy menjelaskan, kasus influenza saat ini lebih banyak ditemukan pada kelompok dewasa. Tingginya mobilitas serta menurunnya kondisi fisik dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat kelompok tersebut lebih rentan mengalami gejala.
Meski terjadi peningkatan kasus, masyarakat diminta tidak panik. Dinkes Surabaya sebelumnya menegaskan belum ditemukan lonjakan pasien Influenza A yang sampai membutuhkan perawatan inap secara signifikan di rumah sakit.
Dinkes juga mengingatkan bahwa jenis virus influenza tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan gejala klinis. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk menentukan secara pasti jenis maupun subtipe virus yang menginfeksi pasien.
Warga Diminta Kembali Gunakan Masker
Pemerintah Kota Surabaya mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah perubahan cuaca dan meningkatnya aktivitas masyarakat. Pemkot sebelumnya menyebut terdapat sedikit peningkatan kasus demam dan influenza, namun kondisinya masih dinilai dalam batas wajar.
Masyarakat disarankan menggunakan masker, terutama saat berada di ruangan tertutup dan ramai, mencukupi kebutuhan cairan, beristirahat dengan cukup serta menjaga asupan nutrisi.
Apabila demam dan gejala influenza berlangsung lebih dari dua hingga tiga hari, semakin berat, disertai sesak napas atau demam tinggi yang tidak kunjung turun, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Sebelumnya, Pemkot Surabaya juga telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan dini terhadap penyakit “super flu” Influenza A subtipe H3N2 sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit tersebut.
Masyarakat diharapkan tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta mengurangi risiko penularan influenza di lingkungan keluarga maupun tempat kerja.

