Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kasus Dugaan Penggelapan di Unit II Harda Polres Metro Bekasi Jadi Sorotan Pelapor

    September 17, 2026

    Yulianto dan Eko Hadirkan Kajian Hukum tentang Kontrol Kekuasaan Fiskal Negara

    September 17, 2026

    Program MBG dan Kepastian Tata Kelola

    September 17, 2026
    Global NusantaraGlobal Nusantara
    • Hukum

      Kasus Dugaan Penggelapan di Unit II Harda Polres Metro Bekasi Jadi Sorotan Pelapor

      September 17, 2026

      Yulianto dan Eko Hadirkan Kajian Hukum tentang Kontrol Kekuasaan Fiskal Negara

      September 17, 2026

      Program MBG dan Kepastian Tata Kelola

      September 17, 2026

      Advokat FERADI WPI Kawal Perjuangan Korban BMT Dinar Mulia Cari Keadilan

      September 15, 2026

      Dugaan Tipu Gelap BMT Dinar Mulia, Puluhan Korban Minta Kepastian Hukum

      September 14, 2026
    • Pajak
    • Sosial
    • Hukum
    • Politik
    • Investasi
    • Budaya
    • Teknologi
    Iklan
    Global NusantaraGlobal Nusantara
    Home » Program MBG dan Kepastian Tata Kelola
    Ekonomi

    Program MBG dan Kepastian Tata Kelola

    Priska AristantoBy Priska AristantoSeptember 17, 2026
    Facebook Twitter WhatsApp Email
    Facebook Twitter WhatsApp

    Global-Nusantara.id – Jakarta, 17 September 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan pemerintah yang mendapat perhatian luas karena menyangkut pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat sekaligus melibatkan penggunaan anggaran negara dalam skala besar. Program yang menyasar kelompok penerima manfaat di berbagai daerah tersebut tidak hanya menjadi pembahasan dari sisi sosial dan ekonomi, tetapi juga memunculkan diskusi publik mengenai aspek tata kelola, kepastian regulasi, serta mekanisme pengawasan dalam pelaksanaannya.

    Sebagai program strategis nasional, MBG membutuhkan koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai institusi pemerintah, pemerintah daerah, penyedia bahan pangan, hingga pelaksana teknis di lapangan. Kompleksitas tersebut membuat aspek pengelolaan, transparansi, dan akuntabilitas menjadi perhatian penting agar tujuan program dapat tercapai secara efektif.

    Di tengah pembahasan tersebut, sejumlah kalangan menilai bahwa program pemerintah dengan cakupan luas perlu memiliki desain kebijakan yang kuat, tidak hanya dari sisi pembiayaan, tetapi juga dari aspek regulasi dan tata kelola kelembagaan.

    Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter KADIN Jawa Timur sekaligus Ketua FERADI WPI DPC Sidoarjo, Adv. Yulianto Kiswocahyono, S.E., S.H., BKP, menyampaikan pandangannya bahwa setiap kebijakan publik yang menggunakan sumber daya negara harus dibangun dengan prinsip kepastian hukum, transparansi, dan akuntabilitas.

    Menurut Yulianto, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen pembiayaan program pemerintah merupakan bagian dari mekanisme pengelolaan keuangan negara. Namun, menurutnya, aspek penganggaran dan aspek pengaturan kebijakan merupakan dua hal yang memiliki ruang berbeda.

    “APBN menjadi dasar bagi negara dalam mengalokasikan anggaran untuk menjalankan program pemerintah. Tetapi program dengan skala nasional juga membutuhkan tata kelola yang jelas, termasuk mengenai kewenangan, mekanisme pelaksanaan, pengawasan, dan pertanggungjawaban,” ujar Yulianto.

    APBN Sebagai Instrumen Anggaran, Tata Kelola Menjadi Perhatian

    Yulianto menjelaskan bahwa keberadaan anggaran negara merupakan salah satu unsur penting dalam menjalankan program pemerintah. Namun, besarnya alokasi anggaran perlu berjalan seiring dengan sistem pengawasan yang memadai.

    Menurutnya, sebuah program publik tidak cukup hanya dilihat dari jumlah anggaran yang tersedia atau jumlah penerima manfaat yang ditargetkan. Keberhasilan program juga perlu diukur dari bagaimana pemerintah memastikan proses pelaksanaannya berjalan sesuai prinsip pemerintahan yang baik.

    “Dalam negara hukum, penggunaan anggaran publik harus selalu memiliki pertanggungjawaban yang jelas. Masyarakat perlu mendapatkan kepastian bahwa setiap kebijakan negara berjalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas,” katanya.

    Ia menambahkan, penguatan regulasi bukan berarti menghambat pelaksanaan kebijakan pemerintah. Sebaliknya, regulasi dapat menjadi instrumen untuk memperkuat legitimasi, memperjelas peran masing-masing pihak, serta mengurangi potensi persoalan dalam pelaksanaan program.

    Tantangan Program Berskala Nasional

    Menurut Yulianto, program dengan cakupan luas seperti MBG memiliki tantangan tersendiri karena melibatkan banyak aktor dan sektor. Mulai dari perencanaan anggaran, pengadaan kebutuhan program, distribusi, pengawasan kualitas, hingga evaluasi hasil pelaksanaan.

    “Semakin besar sebuah program, semakin besar pula kebutuhan terhadap sistem pengendalian. Bukan hanya bagaimana anggaran digunakan, tetapi bagaimana memastikan manfaat program benar-benar sampai kepada masyarakat sesuai tujuan awal,” ujarnya.

    Ia menilai, kejelasan mekanisme pengawasan menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah.

    Pentingnya Kepastian Hukum dalam Kebijakan Publik

    Dalam perspektif hukum administrasi negara, Yulianto mengatakan bahwa kebijakan publik idealnya memiliki keseimbangan antara kewenangan pemerintah dan mekanisme pengawasan.

    Menurutnya, pemerintah memiliki kewenangan untuk menyusun dan menjalankan program pembangunan sesuai dengan agenda nasional. Namun, setiap penggunaan kewenangan tersebut tetap perlu disertai dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan pertanggungjawaban.

    “Program strategis negara tidak hanya membutuhkan dukungan politik dan anggaran, tetapi juga membutuhkan sistem hukum dan tata kelola yang mampu menjaga keberlanjutannya,” jelasnya.

    Ia berharap pembahasan mengenai MBG dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas kebijakan publik di Indonesia, khususnya dalam memastikan program-program besar negara memiliki fondasi tata kelola yang baik.

    “Tujuan akhirnya adalah bagaimana setiap program pemerintah memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dengan tetap menjaga prinsip hukum, efektivitas, dan akuntabilitas,” pungkas Yulianto.

     

    APBN MBG Tata Kelola Pemerintahan
    Priska Aristanto

    Don't Miss
    Hukum

    Kasus Dugaan Penggelapan di Unit II Harda Polres Metro Bekasi Jadi Sorotan Pelapor

    By Priska AristantoSeptember 17, 2026

    Global-Nusantara.id – Bekasi, – 17 September 2026 — Seorang pelapor, Hairil Tami, menyampaikan kekecewaannya terhadap…

    Yulianto dan Eko Hadirkan Kajian Hukum tentang Kontrol Kekuasaan Fiskal Negara

    September 17, 2026

    Program MBG dan Kepastian Tata Kelola

    September 17, 2026

    Mengenal Dial-Toning, Pola Hubungan Modern yang Bisa Menguras Emosi

    September 16, 2026
    Our Picks

    Kasus Dugaan Penggelapan di Unit II Harda Polres Metro Bekasi Jadi Sorotan Pelapor

    September 17, 2026

    Yulianto dan Eko Hadirkan Kajian Hukum tentang Kontrol Kekuasaan Fiskal Negara

    September 17, 2026

    Program MBG dan Kepastian Tata Kelola

    September 17, 2026

    Mengenal Dial-Toning, Pola Hubungan Modern yang Bisa Menguras Emosi

    September 16, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Tentang Kami

    PT MEDIA PRESENT NEWS
    NIB: 1302260029338
    AHU-007682.AH.01.30.Tahun 2026

    Our Picks
    Kontak

    Ikatan Wartawan Jagat Raya Indonesia
    NIA : 001.0001.000088

    Email : saintadipati@gmail.com
    Kontak: 0888xxxxxxxxx

    Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok
    • Peraturan Media Siber
    • Redaksi
    • Kontak
    • Tentang kami
    © 2026 Global Nusantara.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.